Rabu, 16 September 2009

selain MEREKA aku juga sedang belajar mengenal MONSTER

...

Ya, MEREKA. Teman-temanku, saatku sedang sendirian memegang pulpen dan secarik kertas yang sengaja kurobek dari buku sketsa. Atau disaat aku tidak ingin diganggu bersama bleki, laptopku.

Ada Florenza yang nasibnya sedang dipermainkan Dia, ada Andrea yang lebih memilih menonton dan menerima apa saja yang terjadi...

Ada Ernest yang sedang bertaruh jawaban dengan jawaban yang ditawarkan Flo dan Andrea, ada Raio yang kesal dengan kelogikaan pikirannya...

Ya MEREKA benar benar menyita waktu dan perhatianku, karena makin lama aku makin dibuat penasaran dengan kelanjutan cerita mereka masing-masing...

Tapi... Aku tidak menyadari hal ini akan terjadi...

Disaat aku sedang asyik bermain drama dengan Andrea, diam-diam ada sesosok perempuan mengintip dari sudut ruangan.

Aku mendatangi perempuan itu dan menanyakan siapa namanya. Dengan pandangan mencekam sekaligus ketakutan yang mendalam dia memberitahuku namanya,

"Na, namaku Vay... Valerish Sherosse Tri Danielle. Kamu tahu nama itu khan?!"

...

Aku terdiam.

Aku terdiam sampai sampai aku lupa aku punya mulut untuk membantah dan kaki untuk berlari.

Ya, aku enggak mungkin melupakan nama Danielle. Nama Fam Danielle sangat tidak asing di kepalaku. Tapi bukan berarti aku masih ingat perihal asal muasal nama itu.

Saat aku ingin menanyakannya kembali, perempuan yang mengaku bernama Vay itu menghilang. Ah,,,

Aku menyesal... Harusnya aku ingat aku punya tangan yang bisa menahannya dan punya mata yang bisa mengikuti setiap pergerakan yang dia lakukan, termasuk pergerakan menghilangkan diri dari pandanganku....

Andrea bingung dan mendatangi ku, saat itu kabut sedang turun sehingga aku tidak bisa melihat dengan jelas dimana aku berada.

Dia menanyakan apa aku tidak apa-apa, tapi aku diam, aku masih ingin mengorek sejarah itu. Sejarah nama itu bisa di otak ku...

...

...

...

Aku pernah bermain dengan Danielle, namun kulupakan ke eksis an nya saat aku enggak melihat masa depannya. Ya, dulu aku sempat bermain dengan Danielle.

Baiklah, aku berjanji untuk memberikan sebagian dari waktuku yang sedikit untuk Danielle.

Hm, sebaiknya aku berhenti memanggilnya Danielle, karena Danielle adalah nama Fam mereka. Bukan nama yang akan memeluk seluruh karakter yang akan kutemui satu persatu.

Vay, dia salah satu orang yang bisa kujadikan bahan pertimbangan.

Hm...

Aku cukup kaget saat melihatnya. Dia, dia cukup cantik dan mempesona kalau dia mau memotong sedikit poninya itu. Dia kelihatan kaya, yaa, lihat saja bahan pakaiannya yang dari sutera. Sayang dia terlalu 'hitam'. Kulitnya yang pucat sangat kontras dengan rambut dan bajunya yang hitam legam. Ya, dia terlalu 'hitam' dan terkesan gelap.

Hu! Jangan tanya lagi ekspresinya saat dia melihatku, seperti MONSTER tahu tidak?! Matanya tajam menusuk hatiku dan warna mata nya seperti siap menenggelamkanku di laut hitam. Ahh! Aku takut!!

...

...

...

MONSTER... Ya, aku akan mulai memanggilnya dengan panggilan MONSTER.


(ini hanya prolog, yang ingin mengenalkan kalian dengan cerita novel terbaru ku selain MEREKA. Ya, judulnya adalah MONSTER. Awalnya aku masih belum terpikir dengan judul yang akan kuberikan. Kebetulan sinopsis yang sudah jadi kubuat sangat sesuai dengan lirik lagu Sper Junior- Monster. Maka dari itu aku memutuskan untuk memberi judul 'MONSTER')

Berikut lirik Monster - Super Junior setelah di translate ke bahasa inggris.

how many times do i have to be torn.. i agonize over it and become resentful
even though i see the inescapable outcome.. i can’t give you up
i want only the breathing you

following the skinny shadow, i steal a glance pretending i’m looking in the mirror
this image becomes ridiculous.. maybe i should give up. how many times have i had this worry

*just like that. don’t get caught, i’m dangerous
just like that. more than a starved beast
just like that. oh, i’m merely a hopeless, thirsty, anxious, blind fool
i don’t even know when it started
just like that. i was captured
just like that. don’t misunderstand.
when i see you, i’m merely a thirsty, anxious, blind fool

no matter how much i kick and scream and cry. my pained, lonely heart still hurts
i saw your eyes waver. i know that it’s not because of me. it’s always been like that

tell me with those red lips of yours. that it’s annoying
this image is becoming ridiculous. maybe i should give up. how many times have i had this worry

*

when tonight passes, will i be able to forget you
i don’t know anything now.. i want to forget, even if i get hit in the face
when tonight passes, will i be able to erase you
what is all this? these mixed up feelings, but just like that i’m following you

*

(Credit for http://www.jpopasia.com)

Tidak ada komentar: